PadangKini.com | Senin, 18/01/2010, 12:32 WIB
PADANG–Kejadian langka di dunia geologi, sekelompok ahli geologi dunia mengeluarkan peringatan terhadap ancaman gempa besar dan tsunami sebesar Aceh dalam waktu dekat bisa melanda pantai Padang dan sekitarnya.
“Ancaman gempa besar dan tsunamigenic dengan magnitudo lebih 8,5 di Kepulauan Mentawai tidak berkurang… Berpotensi hilangnya nyawa seperti kejadian tsunami 2004,” demikian bunyi peringatan itu.
Peringatan para ahli yang dipimpin Profesor John McCloskey dari Enviromental Sciences Research Institute, Universitas Ulster, Irlandia Utara itu dikeluarkan melalui surat yang dikirimkan kepada Jurnal “Nature Geoscience” dan dimuat Minggu (17/1/2010).
Peringatan ini kemudian dimuat sejumlah media dunia, termasuk ABC Australia yang dikutip PadangKini.com.
Surat para ahli geologi ini tidak menyebutkan jangka waktu akan terjadinya bencana itu. Namun peringatan semacam itu termasuk langka, karena prediksi gempa yang akan terjadi sangat sulit dilakukan ahli gempa.
Namun McCloskey pernah ‘sukses’ memprediksi gempa Nias yang bersumber dekat Simelue pada 28 Maret 2005 yang menimbulkan tsunami 3 meter. Dua minggu sebelumnya, pasca tsunami Aceh, McCloskey memperingatkan gempa dan tsunami bisa terjadi di selatan sumber gempa Aceh.
Sumber gempa besar yang bisa sangat vital kepada Kota Padang berpenduduk padat tersebut, demikian isi surat, berasal dari segmen Mentawai. Segmen Mentawai terekam pernah menimbulkan gempa pada 1797 dengan kekuatan 8,7 SR, menimbulkan tsunami di Kota Padang dan sekitarnya.
Gempa Pariaman 30 September 2009 yang menewaskan 1.195, kata para ahli tersebut, tidak mengurangi atau mengubah tekanan sumber gempa Mentawai, terutama segmen Siberut.
“Sangat penting bagi pihak berwenang Indonesia dengan bantuan dari masyarakat internasional dan NGO untuk memastikan penyelesaian bantuan dan rekonstruksi tahan gempa setelah gempa 30 September, dan bekerja dengan orang-orang di Padang untuk membantu mempersiapkan diri mereka untuk (gempa dan tsunami-red) berikutnya,” ingat mereka.














































Recent Comments